KreatorVidio

KreatorVidio


kata2 kucing lucu

“Gagal itu biasa, yang parah itu kalau berhenti mencoba.
18/09/2026

“Gagal itu biasa, yang parah itu kalau berhenti mencoba.

18/09/2026

Surat dari NTT flores untuk Tuan Egianus Kogeya:

Tuan Egianus Kogoya,

Izin, Tuan Egi.

Sa orang Flores .

Sa bukan orang Papua.

Tetapi sejak lama sa melihat Papua bukan hanya sebagai sebuah persoalan keamanan, bukan sekadar berita tentang gunung, senjata, tentara dan kelompok bersenjata.

Sa melihat Papua sebagai manusia.

Karena itu, sa berani mengatakan sesuatu yang mungkin bagi sebagian orang terdengar bertentangan:

Sa mendukung perjuangan politik rakyat Papua untuk menentukan masa depannya sendiri. Tetapi sa juga tidak bisa menerima ketika warga sipil menjadi korban kekerasan.

Tuan Egi,

Ada satu warga yang ditembak.

Dia bukan bagian dari perang yang sa tahu.

Dia bukan orang yang mengangkat senjata.

Dia hanya seorang manusia yang hidup, bekerja dan mencari makan.

Ketika mendengar kabar itu, hati sa sakit.

Bukan hanya karena dia mati.

Tetapi karena kematiannya membuat sa bertanya:

Untuk siapa sebenarnya perjuangan ini dilakukan kalau rakyat biasa akhirnya harus takut kepada semua pihak?

Tuan Egi, sa tidak menulis ini untuk membela negara Indonesia.

Sa juga tidak menulis untuk menyangkal penderitaan rakyat Papua.

Sa Justru sebaliknya.

Sa tahu bahwa banyak orang di luar Papua tidak memahami panjangnya luka yang dialami masyarakat Papua.

Sa tahu ada orang-orang di Indonesia yang sejak bertahun-tahun lalu memilih berdiri bersama rakyat Papua. Mereka turun ke jalan, menyampaikan solidaritas, bahkan menghadapi penangkapan dan tekanan.

Sa termasuk orang yang percaya bahwa suara rakyat Papua harus didengar.

Tetapi karena itulah sa merasa berhak mengatakan:

jangan biarkan perjuangan Papua kehilangan wajah kemanusiaannya.

Sa orang Ternate, tetapi hati sa ikut terluka

Tuan Egi,

Sa lahir dan besar sebagai orang Ternate.

Tanah sa bukan Papua.

Tetapi jarak tidak selalu membuat manusia menjadi asing.

Ketika seorang warga Papua dibunuh, sa bisa merasakan kesedihannya.

Ketika seorang mama kehilangan anaknya, sa bisa membayangkan bagaimana sakitnya seorang ibu.

Ketika seorang anak kehilangan bapaknya, sa tahu hidupnya tidak akan pernah sama lagi.

Karena itu, sa tidak mau memilih diam hanya karena sa bukan orang Papua.

Tetapi sa juga tidak mau membela siapa pun dengan cara membenarkan kematian orang yang tidak terlibat dalam perang.

Warga sipil harus dilindungi.

Itu prinsip yang menurut sa tidak boleh berubah, siapa pun yang memegang senjata.

Tuan Egi, jangan semua orang dijadikan musuh

Sa mengerti bahwa perang menciptakan ketakutan.

Kecurigaan tumbuh di mana-mana.

Orang yang datang dari luar bisa dicurigai.

Sopir bisa dicurigai.

Tukang bisa dicurigai.

Pedagang bisa dicurigai.

Bahkan orang Papua sendiri bisa dicurigai sebagai informan.

Tetapi Tuan Egi,

kecurigaan bukan bukti.

Kalau seseorang memang dianggap bekerja untuk pihak tertentu, pastikan dulu kebenarannya.

Jangan menghukum orang hanya karena pekerjaan, asal daerah, atau tuduhan yang belum terbukti.

Karena ketika orang tidak lagi membutuhkan bukti untuk mengambil nyawa orang lain, maka siapa pun bisa menjadi korban.

Hari ini orang lain.

Besok mungkin saudara sendiri.

Tpi Sa tetap percaya pada hak rakyat Papua

Tuan Egi,

Jangan salah mengerti surat ini.

Sa tidak sedang mengatakan bahwa perjuangan Papua harus berhenti.

Tidk.

Sa tidak sedang mengatakan bahwa luka rakyat Papua harus dilupakan.

Sa justru percaya bahwa rakyat Papua berhak berbicara tentang masa depannya sendiri.

Tetapi sa ingin perjuangan itu tetap memiliki satu batas:

jangan bunuh orang yang tidak sedang berperang.

Karena kalau tujuan akhirnya adalah kebebasan dan martabat manusia, maka manusia harus tetap dilindungi selama perjalanan menuju tujuan itu.

Apa arti kebebasan kalau mama-mama hidup dalam ketakutan?

Apa arti kemerdekaan kalau anak-anak tidak berani keluar rumah?

Apa arti perjuangan kalau seorang petani yang tidak tahu apa-apa tentang politik harus kehilangan nyawa?

Tuan Egi,

Mungkin sa tidak punya hak untuk berbicara kepada seorang pejuang yang hidup di tengah konflik.

Sa tidak pernah berada di gunung bersama ko.

Sa juga tidak pernah merasakan apa yang ko rasakan.

Sa bahkan tidak pernah tidur dengan suara tembakan.

Apa lagi Sa tidak pernah tahu bagaimana rasanya kehilangan kawan dalam perang.

Tetapi sa tahu satu hal:

sa tahu bagaimana rasanya melihat manusia kehilangan nyawa.

Dan karena itu sa meminta:

Kalau ko melihat musuh, bedakan dia dari warga sipil.

Kalau ada orang yang dicurigai, cari bukti.

Kalau ada masyarakat yang ketakutan, lindungi mereka.

Kalau ada anak-anak dan mama-mama di sekitar konflik, jauhkan mereka dari bahaya.

Karena keberanian seorang pejuang bukan hanya terlihat ketika ia menghadapi lawan.

Kadang keberanian terbesar justru ketika ia mampu menahan diri agar orang yang tidak bersalah tetap hidup.

Tuan Egi,

Sa orang Ternate.

Tetapi sa tidak mau identitas sebagai orang Ternate membuat sa menutup mata terhadap penderitaan orang Papua.

Dan sa juga tidak ingin dukungan sa terhadap Papua merdeka membuat sa harus membenarkan setiap kekerasan yang dilakukan atas nama perjuangan.

Dua hal itu bagi sa bisa berjalan bersama:

mendukung hak politik rakyat Papua dan menolak kekerasan terhadap warga sipil.

Karena perjuangan kemanusiaan tidak boleh kehilangan kemanusiaannya.

Tuan Egi,

Kalau suatu hari dunia benar-benar melihat Papua sebagai bangsa yang sedang memperjuangkan masa depannya, sa ingin dunia melihat bukan hanya keberanian orang-orang yang mengangkat senjata.

Sa ingin dunia melihat bagaimana rakyat Papua melindungi rakyatnya.

Bagaimana seorang pejuang melindungi mama.

Bagaimana anak-anak dijauhkan dari perang.

Bagaimana orang yang tidak bersalah tidak disentuh.

Dan bagaimana kebenaran dibedakan dari kecurigaan.

Sebab pada akhirnya, Tuan Egi,

kemerdekaan bukan hanya tentang siapa yang memegang senjata.

Kemerdekaan juga tentang apakah manusia bisa hidup tanpa takut.

Sa orang Ternate.

Sa mendukung perjuangan Papua untuk menentukan masa depannya.

Tetapi sa memohon kepada ko, tuan:

jangan biarkan warga sipil mati atas nama perjuangan yang mereka sendiri tidak ikut pilih.

Karena ketika seorang warga sipil mati, yang kehilangan bukan hanya keluarganya.

Kita semua kehilangan sebagian dari kemanusiaan kita.

Izin, Tuan Egi.

Ini bukan surat untuk menghakimi ko, Tuan.

Ini surat dari seorang manusia kepada manusia.

Dari Ternate kepada Papua.

Dari seseorang yang mendukung cita-cita politik Papua, tetapi juga ingin melihat rakyat Papua tetap hidup untuk menyaksikan hari esok.

Lindungi rakyat.

Lindungi warga sipil.

Dan jangan pernah biarkan perang membuat kita lupa bahwa di hadapan kita ada manusia.

Dari anak Ternate yang memilih berdiri bersama kemanusiaan.

Saya, salah satu diantara mereka yang sedang bergandengan tangan buat lindungi massa aksi "Papua Merdeka" ketika berdemonstrasi di Makassar pada 19 Desember 2021.

Sumber : Gusty Muhamatt

"Fokus pada progres, bukan kesempurnaan. Selamat pagi dan selamat menjemput rezeki yang berkah!"
17/09/2026

"Fokus pada progres, bukan kesempurnaan. Selamat pagi dan selamat menjemput rezeki yang berkah!"

"Pagi yang cerah membawa harapan baru. Tetap tersenyum dan jalani tantangan hari ini dengan penuh rasa optimis."        ...
17/09/2026

"Pagi yang cerah membawa harapan baru. Tetap tersenyum dan jalani tantangan hari ini dengan penuh rasa optimis."

@

16/09/2026

"Orang kuat bukan yang tidak pernah jatuh, tapi yang mau bangkit lagi. Siapa yang hari ini hampir menyerah tapi memutuskan untuk bangkit?"

16/09/2026

Natal tinggal seratus hari lagi, semoga kita semua tetap sehat dan bisa bertemu kembali di hari penuh sukacita itu.

Kalau hari-hari ini masih terasa berat, tetaplah berjuang dan jangan berhenti melangkah.

Percayalah, Tuhan masih punya banyak waktu untuk memulihkan dan mengubah keadaanmu.

Tetap kuat dan jaga imanmu, karena sebelum Natal tiba, banyak hal baik masih bisa Tuhan kerjakan.

Mazmur 31:25 — “Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!”

Amennnnn yaaa ✨

Jangan tunggu hari yang sempurna untuk berbahagia, tapi buatlah hari ini bahagia dengan cara bersyukur. Sudahkah kamu ng...
16/09/2026

Jangan tunggu hari yang sempurna untuk berbahagia, tapi buatlah hari ini bahagia dengan cara bersyukur. Sudahkah kamu ngopi atau minum yang manis hari ini? ☕"

Sri Mulyani Izzan Filme Flicks Robert Lawandozki Fenomenal Miguelax Yusina Yeti Muse yoozh_apparel Xmall Eo Yayang Firmansyah

Setiap langkah kecil yang kamu lakukan hari ini adalah investasi untuk kesuksesan akunmu di masa depan.                 ...
15/09/2026

Setiap langkah kecil yang kamu lakukan hari ini adalah investasi untuk kesuksesan akunmu di masa depan.

15/09/2026

"Pahitnya kopi mengajarkan kita bahwa kenikmatan hidup butuh proses. Jangan lupa ngopi hari ini, agar semangatmu tetap membara dalam mengejar mimpi!"

Address

Jalan:fiki
West Jakarta
11720

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KreatorVidio posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to KreatorVidio:

Shortcuts

Share