"Halah! Cm omong doang".
"Dia itu hny pandai Bicara"
Dst. Dst.
Bro, tapi ya tetep sj bedalah, omongan pemilik otak kosong dg pemilik otak yg ada ISI, beda d**g. Itu bedanya jelas skl.
Kl elo gak bs ngerasain bedanya, fix ya, elo jg otaknya sama dg mereka. Otak Kosong! 🤣
Mencari SUNYI
Segala hal tentang Buku dan Science, penerbitan, kepenulisan, resensi, dan hal-hal yang berhubungan dengan wacana-wacana Kebebasan Berfikir. Tentang apa saja.
-Segala hal tentang Buku dan berbagai cabang Ilmu pengetahuan: Penerbitan, Penulisan, Toko Buku online, Theory terjemahan, Resensi, Plus Yogya Handicraft & Silver.
-Diskusi tentang Wacana atau Pemikiran-pemikiran out of mainstream..
-Sahabat dan PELAYAN bagi para penulis yang ingin menerbitkan buku sendiri, yang sudah bosan diperas Indie/Self-Publishing mainstream.
-Teman belajar bersama yang pa
23/03/2026
Maksud hati hendak pamer kekuatan dan mukjizat, dengan sholat jamaah di depan sebuah sekolah Katolik....
Muslims Prayed Outside Catholic School But Then THIS HAPPENED… My name is Ibrahim. I'm 29 years old. And on September 14th, 2018, I led twenty-three Muslims in public prayer outside St. Mary's Catholic School in Chicago,...
27/02/2026
BLUES: Maafkan aku, anakku ....
Banyak Orang Menangis Mendengarkan Lagu ini | Blues tentang hati Lagu Blues Terbaik 🎸Nikmati lagu blues dengan nuansa full feel, santai, dan enak didengar. Musik blues selalu menghadirkan karakter gitar yang kuat, groove ...
27/02/2026
INTELLECTUAL REBEL - EXPLORING THE EDGE OF CERTAINTY
I am drawn to conversations that most people avoid: Dogma, tradition, culture, ideology, s*x, gender, politics, spirituality, secularism, atheism, agnosticism, etc — the territories often marked as sensitive or forbidden — are precisely where honest dialogue becomes most necessary.
I value open exchange, especially with young minds courageous enough to think independently and critically.
I consider myself an intellectual rebel — not in opposition to society, but in resistance to mental confinement. A free thinker, perhaps in its most unsettling sense. I question assumptions, inherited beliefs, and even the comfort of consensus.
As a lifelong learner, I remain cautious of anything that claims to be absolute truth. If there is one conviction I tentatively hold, it is this: none of us are fully immune — and perhaps 99% of humanity lives in some form of delusion. Even the most brilliant intellect cannot entirely escape confirmation bias. To believe oneself free from cherry-picking may simply be hypocrisy in a more sophisticated costume.
To me, life unfolds within probabilities, not certainties. It is intellectually reckless to rush toward rigid conclusions or definitive claims. Every assertion deserves humility.
While I tend to view the world through the lens of science rather than dogma, I do not worship science as infallible. Science evolves. It revises itself. It admits error. And so must we. As someone who values intellectual sovereignty, I resist simplistic binaries — the urge to declare something definitively “this is science” or permanently “that is pseudoscience.”
Though I hold no formal certification, I often find myself invited into conversations about various forms of human “madness.” So far, these dialogues have been offered freely — perhaps because the pursuit of clarity should never be transactional.
22/02/2026
Maituo said that when playing blues improvisation, he always thinks of BBking Enjoy the videos and music you love, upload original content, and share it all with friends, family, and the world on YouTube.
Kirim Chat iseng kepada seorang sobat lama yang ahli riset di BRIN:
Kl cerita di bawah ini, sebenarnya sdh usang, tp kok rasanya msh relevan ya:
Ada sebuah pulau terpencil, yang jauh dr sentuhan peradaban modern, bahkan cenderung msh purba.
Sementara itu, di sebuah sudut dunia yg alamnya plg kaya, ada seorang tokoh agama, yg sgt pandai dlm hal matematika. Dia tahu hitungan jarak antara pintu sorga yg 1 dg pintu yg lainnya. Dia th brp thn hukuman di neraka yg menyala-nyala jika rambut seorang wanita kelihatan oleh bukan suaminya, dst dst. Si tukang omong agama ini mendengar ttg manusia purba di sebuah pulau terpencil itu.
Di dorong oleh semangat suci menyelamatkan sesama dari azab kekal neraka, dia datang ke pulau tsb dan bertemu dg pimpinan suku.
Si ahli matematika sholeh menjabarkan ttg aturan dan pandangan2 ilahiah agar hidup diridhoi, dan selamat di kehidupan kelak, dan tentunya, tak lupa ttg horrornya azab neraka dan asyiknya pesta s*x di surga.
Gambaran yg serba horror itu (dg sedikit selingan cerita paha mulus para perawan di sorga), ckp menggetarkan kepala suku. Dia lantas bertanya pd matematikawan sholeh dg nada dering:
"Bagaimana dg generasi2 sebelumnya yg TIDAK TAHU ttg hal2 yg tuan jabarkan tadi? Apakah mrk juga akan dipanggang di neraka?"
Sang matematikawan sholeh menjawab:
"Oh, tentu saja mrk tidak dihukum, krn mereka kan belum tahu. Tuhan maha kasih, Dia tdk pernah menghukum hamba-NYA yg tdk tahu"
Sang kepala suku agak bingung, dan mengajukan sebuah pertanyaan polos yg bahkan para ahli riset di BRIN pasti tahu isi pertanyaan tsb:
"Kalau begitu, knp anda memberi TAHU kami ttg semua ajaran tadi???!!!" (bertanya dg nada pilu)
🤣🤣🤣
19/02/2026
CARA BERFIKIR LUGU SEORANG LANSIA DUSUN
Sejak dahulu kala, sebelum permainan catur tercipta (lupa usiaku berapa saat itu), aku sudah terbiasa berfikir simpel dan menghindari kalimat-kalimat akrobatik filsafat mengawang yang memberikan sebuah kesan megah dan penuh gaya.
Begitu juga ketika menghadapi sebuah perbedaan pendapat. Misalnya perbedaan penetapan jadwal puasa atau lebaran, antara NU dan Muhammadiyah. Kesatuan pendapat di antara 2 organisasi sosial keagamaan yang sangat kuhormati ini, insya Allah akan selesai tak lama lagi. Paling-paling hanya memakan waktu 3 kali kiamat lagi.
Aku cenderung memihak keduanya. Gak pernah memihak salah 1 dan mengabaikan yang lain. Ini semua didorong oleh rasa takzim kepada pengabdian dan kepintaran orang-orang di dalamnya.
"Lalu, gimana sikap ente terhadap penetapan jawal puasa dan lebaran di antara keduanya, wahai lansia lugu bin buntu?"
Simpel:
✍️Untuk memulai puasa, aku mengikuti penetapan NU. Untuk lebaran, aku mengikuti penetapan Muhammadiyah. Dua-duanya harus kurangkul, dua-duanya harus kuhormati.
SLOOOW .... 🙏🌹💓
(Contoh karangan bebas 👆👆👆)
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Contact the business
Telephone
Website
Address
Jalan Sidokarto
Sleman
55264