PPN Pekalongan, 26 Agustus 2013
Pada hari jum’at, tanggal 23 Agustus 2013, PPN Pekalongan menggelar Senam Pagi Sehat Pantai di Lokasi Wisata Bahari. Kegiatan tersebut diikuti oleh Bpk. Mansur, kepala PPN Pekalongan, beserta ibu, karyawan/ti PPN Pekalongan, Dharmawanita Persatuan PPN Pekalongan dan instansi di sekitar lingkungan PPN Pekalongan, serta pengunjung lokasi wisata sebagai peserta. Setelah senam usai para peserta senam dapat menikmati semangkuk sup ikan secara cuma-cuma yang disajikan dalam keadaan hangat. Hal ini bertujuan agar masyarakat terbiasa dan gemar mengkonsumsi ikan.
Pada hari yang sama PPN Pekalongan juga kedatangan satu tim tamu yang berasal dari Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Pekalongan yang mengadakan kegiatan kegiatan Donor Darah secara Sukarela di Ruang Pertemuan PPN Pekalongan. Kegiatan ini dimulai setelah senam pagi usai dilaksanakan. Para peserta senam juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah ini, tidak ketinggalan Ibu Sri Rejeki Rahayu (Ketua Dharmawanita Persatuan PPN Pekalongan) juga mendonorkan darah dalam kegiatan ini. Terkumpul sekitar ± 30 kantong darah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan darah di UDD PMI Kota Pekalongan.
Wisata Bahari PPNP
PPNP (Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan) follow twitter @Wisata_Bhr_PPNP Fasilitas hiburan lain
masih dalam proses pembanganan dan terus dikembangkan.
Kawasan rekreasi ini dipersiapkan menjadi one stop recreation dengan fasilitas hiburan yang beraneka
ragam. Saat ini obyek yang dapat dinikmati antara lain : Akuarium (Sea World) yang menampilkan koleksi
berbagai jenis ikan laut dan ikan tawar serta biotanya. Taman bermain anak, pemandangan pantai dan
muara pelabuhan dengan lalu lintas keluar masuk kapal dari dan ke pelabuhan. Taman rekreasi ini terletak di sebelah
pelabuhan Pekalongan 4 km ke utara dari pusat kota
05/08/2013
TPI Pekalongan Libur Seminggu, Pasokan Ikan Terancam Langka
Pasokan ikan baik di TPI maupun di pasar tradisional yang ada di Pekalongan dan sekitarnya terancam akan mengalami kelangkaan pada Lebaran mendatang mengingat seluruh aktifitas jual beli dan lelang di TPI akan diliburkan selama satu minggu penuh mulai hari Selasa, 6 Agustus mendatang.
Kepada Radio Kota Batik, Pengurus U.D Tata Tintas Mandiri, Sopan Sofianto mengatakan, memasuki H+2 baru kelangkaan pasokan ikan akan mulai dirasakan baik oleh para pengusaha maupun pedagang di pasar tradisional. Selain itu, harga ikan juga akan ikut naik sebanyak 50 persen dari harga normal.
Sopan Sofianto menjelaskan, saat ini harga ikan masih dalam kondisi normal, terpantau harga ikan banyar dan ikan tongkol sejak beberapa hari terakhir masih berada di kisaran 20 ribu rupiah per kilogram, namun angka tersebut akan melambung hingga 50 persen saat H+2 Lebaran mendatang, harga dua jenis ikan tersebut bisa mencapai 27 ribu bahkan bisa mencapai diatas 30 ribu per kilogram.
Sementara itu, Kepala TPI setempat, Kasim justru mengaku optimis kebutuhan ikan dapat terpenuhi karena selama Ramadan lalu produksi ikan di TPI cukup besar sehingga dapat dimanfaatkan para pedagang untuk menyimpan ikan yang tidak termasuk dalam kebutuhan pasar.
Kasim menambahkan TPI memang dinonaktifkan dari seluruh aktifitas karena tidak adanya kapal yang masuk.
Nelayan sebagian besar masih berada di darat guna melewati Lebaran bersama keluarga sementara untuk nelayan yang berangkat melaut baru akan pulang pada jangka waktu 3 bulan kedepan.
18/07/2013
Menteri Kelautan dan Perikanan Safari Ramadan ke Pekalongan
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo, melakukan Safari Ramadan ke Kota Pekalongan, Rabu (17/7/2013).
Ia mengunjungi Pelabuhan Perikanan Nusantara Kota Pekalongan dan mengunjungi pasar murah yang di selenggarakan oleh pemerintah Kota Pekalongan di kawasan Pelabuhan.
Selain itu, ia juga akan melakukan sosialiasai terkait program Kementrian Kelautan dan Perikanan kepada nelayan setempat terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Menteri Kelautan dan Perikanan didampingi langsung oleh Wali Kota Pekalongan, Basyir Ahmad.
Harga Ikan Melesat Akibat Anomali Cuaca
Harga ikan di Tempat Pelelangan Ikan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, selama sepekan terakhir cenderung naik, karena pasokan ikan turun akibat banyak nelayan yang tidak melaut.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah TPI Kota Pekalongan, Kasim Sumadi di Pekalongan, Minggu, mengatakan kondisi terang bulan dan anomali cuaca berpengaruh besar terhadap turunnya hasil tangkapan ikan.
"Jika pada kondisi normal hasil tangkapan ikan mampu mencapai 100 ton lebih tetapi kini hanya delapan ton saja. Kondisi itu mengakibatkan harga ikan cenderung naik," katanya.
Harga ikan layang semula hanya mencapai Rp9.000 per kilogram kini naik menjadi Rp11.000/kg, tongkol Rp18.000/ kg kini naik sekitar Rp20.500/kg, lemuru semula Rp38 ribu/kg naik Rp40.500/kg, dan bawal semula Rp27 ribu/kg naik menjadi Rp30 ribu/ kg.
29/04/2013
Nelayan Pantura Minta Jaminan Ketersediaan BBM
Ribuan nelayan di pantura, Jawa Tengah meminta jaminan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, karena rencana penerapan dua harga BBM bersubsidi dikhawatirkan akan berdampak langsung kepada nelayan yang mengandalkan pembelian dengan jeriken di SPBU.
Pemantauan Media Indonesia di pantura Senin (29/4) ribuan nelayan di pantura Brebes - Rembang, Jawa Tengah mulai bergairah melaut, setelah cuaca di Laut Jawa kembali bersahabat dengan gelombang laut tidak lebih dari 1 meter, meskipun hasil tangkapan belum dapat menggembirakan.
Sejak dinihari, ribuan kapal berbagai jenis telah mulai meninggalkan berbagai dermaga pelabuhan perikanan seperti Kramat (Tegal), Waru Condong, Taman (Pemalang), Wonokerto dan Pelabuhan Nusantara (Pekalongan), Klidang Lor dan Gringsing (Batang), Tawang Sewu dan bandengan (Kendal), Tambak Lorok (Semarang), Moro dan Wedung (Demak), Bandengan (Jepara), Juwana (Pati), Gisik Agung dan Sarang (Rembang).
Namun, sebagian besar nelayan masih keluhkan keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) karena ketersediaan di stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) terbatas hanya untuk kapal besar, sedangkan perahu kecil lebih banyak mencari BBM di SPBU dengan jeriken.
"Kami sering ditolak jika membeli di SPBU. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan solar kami mencari di beberapa SPBU di pantura," kata Sunuri, 49, nelayan di Wonokerto, Pekalongan.
Hal senada diungkapkan oleh Kuryadi, 43, nelayan di Moro, Demak. "Kalau membeli eceran bisa mencapai Rp6.000 per liter, jauh dibanding di SPBU Rp4.500 per liter," katanya.
Menyangkut rencana pemberlakuan dua harga BBM bersubsidi, nelayan meminta jaminan ketersediaan BBM untuk nelayan karena pemberlakuan dua harga dikhawatirkan akan semakin mempersulit nelayan memperoleh BBM.
Ketua HNSI Pekalongan Rasdjo Wibowo mengatakan, rencana pemerintah memberlakukan dua harga BBM bersubsidi diharapkan tidak akan memengaruhi ketersediaan BBM bersubsidi untuk neleyan, terutama nelayan kecil yang mengandalkan pembelian dengan jeriken di SPBU.
"Jangan sampai dengan berlakunya dua harga nelayan malah dipersulit seperti pengawasan yang terlalu ketat sehingga nelayan dicurigai menimbun," kata Rasdjo.
Sekretaris Forum Nelayan (Fornel) Jepara Solikul mengatakan jaminan ketersediaan BBM bersubsidi untuk nelayan oleh pemerintah sangat diperlukan, karena saat ini penghasilan para nelayan cenderung turun. Jika ketersediaan solar tidak menentu, nasib nelayan akan semakin terpuruk.
Untuk menghindari penyelewengan, menurut dia, cukup pengendalian dengan kartu nelayan karena jumlah nelayan yang sudah mendapatkan kartu pengenal tersebut mencapai 50% dari sekitar 13.000 nelayan.
Pelabuhan Perikanan Perlukan Perbaikan Fasilitas
DIALOG - Perwakilan dari Masyarakat Nelayan Pantura Jawa yang meliputi wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan serta Kabupaten Batang, berkumpul untuk menghadiri dialog bersama dengan Dirjen Perikanan Tangkap.
PANJANG WETAN - Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pekalongan menganggap hasil tangkapan ikan berkisar 50 ton perhari dinilai terlalu kecil, agar meningkat maka memerlukan perbaikan berbagai fasilitas. Karena dulu, produksi perikanan Pekalongan pernah mecapai 200 ton perhari dan menjadi salah satu lumbung ikan terbesar di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Kepala PPN Pekalongan, Ir Jainur Manurung MM dalam sambutannya pada acara Dialog Dirjen Perikanan Tangkap dengan Masyarakat Nelayan Pantura Jawa, dalam menyikapi penurunan produksi perikanan, di aula kantor setempat, Kamis (28/3).
Selama ini sarana-prasarana yang ada kurang terawat, sedangkan perbaikan berbagai fasilitas tidak bisa dikerjakan karena PPN Pekalongan tidak memiliki kemampuan merehab atau membangun di atas aset PERUM. Ini didasarkan PP No 6 tahun 2009 tentang pengelolaan Barang Milik Negara atau Daerah. "Kita terkendala dengan peraturan yang ada sehingga tidak bisa melakukan perbaikan fasilitas. Akibatnya, banyak sarana dan prasarana yang kurang terawat," ujarnya.
Hal lain yang menjadi penyebab penurunan produksi ikan yaitu karena terjadi penjualan ikan di laut yang mencapai lebih dari 70 persen hasil tangkapan ikan, harga BBM tinggi dan Fishing Ground yang semakin jauh serta adanya pembangunan Pelabuhan Perikanan baru di daerah lain. "Bahkan, tingkat pendangkalan atau sedimentasi dari kolam pelabuhan yang memprihatinkan serta kualitas air kolam pelabuhan yang kotor, juga turut menjadi penyebab," jelasnya.
Namun, beberapa langkah-langkah telah diambil dalam mengembalikan kejayaan perikanan Pekalongan seperti melakukan konsolidasi internal dan penyamaan persepsi, mengadakan dialog dengan pemilik kapal, curhat untuk kebutuhan pelayanan dan fasilitas yang dibutuhkan. Mendayagunakan Wisata Bahari dengan tiga agenda yaitu senam pagi sehat pantai, gemar ikan, bazar ikan segar dan berkualitas "Kami juga mencatat perlu adanya tambahan kapal pengangkut ikan. Selain itu, usaha revitalisasi atau meneruskan Master Plan yang ada bisa dilaksanakan sebagai alternatif lain," bebernya.
Dalam acara tersebut, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT), Dr Ir Gellwynn Daniel Hamzah Jusuf MSc didampingi oleh jajarannya seperti Direktorat Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan M Zaenuri Hanafi serta Direktur Pelabuhan Perikanan Ir Tyas Budiman MM.
Pada kesempatan tersebut, Dr Ir Gellwynn Daniel Hamzah Jusuf MSc menerangkan kedatangan dirinya beserta jajaran dengan maksud untuk menjelaskan aturan-aturan yang ada sehingga bisa diterima dan diserap oleh masyarakat, khususnya nelayan Pantura Jawa. "Kami ingin, agar nelayan dan pengusaha perikanan yang kecil maupun menengah bisa berjalan dengan baik tanpa harus berbenturan satu sama lainnya. Sehingga diharapkan produksi perikanan tangkap bisa terus mengalami peningkatan," terangnya.
03/04/2013
Ribuan nelayan di pantura Jawa Tengah berhenti melaut karena mereka kesulitan mendapatkan solar sebagai bahan bakar kapal. Bahan bakar itu sulit diperoleh karena sebagian besar SPBN kehabisan persediaan.
Berdasarkan pemantauan Media Indonesia, Rabu (3/4), ribuan kapal nelayan terpaksa disandarkan di sejumlah pelabuhan perikanan sepanjang pantura mulai dari Brebes hingga Rembang.
Kondisi itu juga memaksa ribuan nelayan menganggur, meskipun cuaca di Laut Jawa dalam kondisi baik. Mereka berharap kuota solar bersubsidi ditambah guna mencukupi kebutuhan nelayan, karena solar yang tersedia di stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) hanya cukup untuk beberapa kapal.
"Setiap hari SPBN kehabisan stok, sedangkan antrean kapal panjang. Untuk membeli ke SPBU takut ditangkap meskipun telah mengantongi izin," kata Ketua Paguyuban Nelayan Kabupaten Batang Ahmad Roni.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kuswandi, 46, nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan. Terbatasnya stok solar di SPBN membuat para nelayan mengentikan aktivitas seminggu terakhir.
Solar di SPBN Terbatas, Nelayan Pantura Berhenti Melaut Solar di SPBN Terbatas, Nelayan Pantura Berhenti Melaut
KKP Siapkan Renstra Ekspor Hasil Perikanan
Pekalongan, (Analisa). Kementerian Kelautan dan Perikanan tengah menyiapkan rencana strategis (renstra) mengawal kinerja ekspor produk hasil perikanan Indonesia yang kian menunjukkan tren positif.
"Rencana strategis tersebut akan ditempuh melalui upaya diversifikasi pasar ekspor, negosiasi hambatan tarif, penanganan hambatan pasar, serta upaya pemenuhan ketersediaan bahan baku kegiatan ekspor." Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C.Sutardjo dalam keterangan tertulis diterima ANTARA Pekalongan, Minggu.
Menurut dia, sejalan dengan meningkatnya tren positif itu, KKP mendorong industri pengolahan hasil kelautan dan perikanan untuk terus meningkatkan produktivitas dan nilai tambah (value added) produk perikanan.
"Meningkatnya nilai tambah dan daya saing produk perikanan dapat berdampak pada meningkatnya kinerja ekspor produk perikanan Indonesia pada tahun ini," katanya.
Ia mengatakan bahwa capaian nilai ekspor hasil perikanan Indonesia 2012 lalu yaitu sebesar 3,9 miliar Dollar AS dengan volume sebesar 1,27 juta ton atau naik sebesar 8,3 persen jika dibandingkan dengan target ekspor dalam rencana strategi (renstra) KKP 2010-2014 yang ditetapkan sebesar 3,6 miliar dollar AS.
Kinerja ekspor hasil perikanan ini, katanya, telah mengarah pada produk bernilai tambah dengan pertumbuhan neraca perdagangan perikanan sebesar 11,49 persen. "Dari jumlah tersebut, neraca perdagangan produk perikanan pada 2012 surplus sebesar 76,47 persen," katanya.
HSNI siapkan beras paceklik untuk nelayan pekalongan
Perikanan Optimistis Target Ekspor US$4,2 Miliar Akan Tercapai
Pekalongan – Kementerian Kelautan dan Perikanan terus menggiatkan penetrasi produk perikanan ke sejumlah pasar ekspor nontradisional, seperti Timur Tengah dan Afrika.
“Saat ini ekspor produk perikanan ke beberapa negara nontradisional ke Timur Tengah dan Afrika semakin tumbuh signifikan. Permintaan dari kedua kawasan negara akan produk olahan ikan cukup tinggi,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo pada siaran pers yang dikirim ke Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (24/12).
Menurut dia, langkah diversifikasi pasar ekspor tersebut merupakan salah satu upaya untuk menjaga surplus neraca perdagangan komoditas perikanan dan pasar tradisional, seperti Amerika, Jepang, dan Uni Eropa.
Sejumlah produk perikanan berasal dari Indonesia yang menarik perhatian konsumen pada beberapa negara di Afrika dan Timur Tengah, seperti udang, tuna kaleng, sarden, mackerel kaleng, dan ikan kering.
Berdasarkan data KKP menunjukkan pada 2010 volume ekspor produk perikanan ke Afrika sebesar 24 ribu ton dengan nilai US$58 juta dan pada 2011 meningkat sebesar 29 ribu ton dengan nilai US$81 juta.
“Hingga Agustus 2012 tercatat volume 23 ribu ton dengan nilai US$56 juta,” katanya.
Untuk volume ekspor produk perikanan ke kawasan Timur Tengah pada 2010 mencapai 14 ribu ton dengan nilai US$29 juta, pada 2011 sebesar 13 ribu ton dengan nilai US$30 juta, dan ekspor pada Agustus 2012 meningkat mencapai 14 ribu ton senilai US$40 juta.
“Tren pertumbuhan ekspor pada 2012 menunjukkan bahwa perluasan pasar ke dua kawasan ini cukup bagus dengan ditandai laju ekspor meningkat sekitar 25 persen,” katanya.
Menurut dia, secara keseluruhan neraca perdagangan komoditas perikanan di Indonesia pada 2012 surplus hampir sekitar 78 persen.
“Karena itu, kami optimistis target ekspor sebesar US$4,2 miliar akan tercapai. Tercapainya target ekspor itu juga karena disokong dengan program revitalisasi tambak udang di pantai utara Jawa Barat yang telah berjalan sejak Oktober 2012,” katanya.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Contact the business
Telephone
Address
Jalan WR. Supratman
Pekalongan
51141