19/05/2026
Pada musim 2007-2008, Sriwijaya FC menjadi tim yang meraih double winner. Mereka menyabet gelar Liga Indonesia dan Copa Indonesia. Setelah 18 tahun, mereka resmi terdegradasi ke kasta ketiga. Hal itu meninggalkan kesedihan bagi sejumlah penggawa yang pernah membawa Sriwijaya FC ke puncak kejayaan.
🗣️ "Mengingat fasilitas yang saya terima saat masih membela Sriwijaya FC dulu, rasanya kok tidak menyangka kalau mereka bakal bermain di kasta ketiga". Begitu ucap Charis Yulianto saat ditanya Jawa Pos soal terdegradasinya Laskar Wing Kito ke Liga 3 musim depan.
Charis adalah bek utama saat Sriwijaya FC meraih double winner di musim 2007-2008. Dia ingat betul bagaimana perlakuan manajemen kepada para pemain.
🗣️ "Finansial kami cukup kuat. Gaji nggak pernah telat. Bonus juga lancar. Rumah tinggal, transportasi, semua akomodasi, semua terpenuhi dengan sangat baik," kenang pria yang ini menukangi Batavia FC itu.
Hal itu dibenarkan oleh Rahmad Darmawan. Pelatih yang membawa Laskar Wong Kito meraih double winner.
🗣️ "Dulu, Sriwijaya FC itu mudah sekali cari sponsor. BUMD dan BUMN support semua. Karena memang basis suporter kami mencakup seluruh Sumatera Selatan," kenang pelatih yang akrab disapa RD itu kepada Jawa Pos.
Bahkan, pemain sempat mendapat dua tempat tinggal sekaligus.
🗣️ "Pemain asing dapat rumah khusus. Tapi mereka juga punya kamar sendiri di mess. Mess nya juga bagus, semua kamar ber-AC dan bersih. Saya sebagai pelatih juga dapat rumah tinggal khusus," ungkap RD.
25/05/2025
Menanggapi isu yang beredar kalo Sriwijaya FC mau dijual, Direktur Olahraga Sriwijaya FC Anggoro Prajesa sekaligus tangan kanan Owner Digi Sport Asia Alexander Rusli (Pemilik saham mayoritas Sriwijaya FC) mengatakan sampai saat ini belum ada rencana mau menjual Sriwijaya FC kepada pihak manapun.
Manajemen Sriwijaya FC sendiri saat ini masih fokus untuk menyelesaikan tunggakan gaji pemain musim lalu, seleksi EPA Sriwijaya FC U-20 hingga berburu sponsor untuk musim depan
25/05/2025
Suporter Sriwijaya FC, Singa Mania menyebut sudah saatnya menggunakan VAR (Video Assistant Referee) pada laga Pegadaian Liga 2 2025/2026.
"Mengenai penggunaan VAR sudah saatnya itu digunakan. Namun persiapan teknik di stadion harus profesional dan semua klub harus satu pemahaman dalam regulasi penggunaan VAR tersebut. Termasuk di kita Sriwijaya FC," ungkap Ketua Umum Singa Mania Yayan Hariansyah
Sebagai salah satu kelompok suporter militannya Sriwijaya FC, Yayan Hariansyah memonitor gebrakan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) untuk musim 2025-2026, salah satunya penambahan kuota pemain asing.
Kemudian rencana regulasi penambahan waktu tampil pemain muda. Format Liga 2 musim depan. Namun Singa Mania justru mengkhawatirkan hal yang satu ini jangan sampai trauma pernah dialami Sriwijaya FC terulang kembali.
"Yang dikhawatirkan nanti akan ada kesalahpahaman dalam teknis dan berdampak pada pengurangan poin seperti yang pernah dialami Sriwijaya FC musim kompetisi 2023/24," kata Yayan Joker.
Tim Sriwijaya FC sepertinya trauma dengan sanksi pengurangan tiga poin oleh PSSI dan denda Rp 45 juta.
📰Sripoku
25/05/2025
Jelang kick-off kompetisi Pegadaian Liga 2 2025/26 pertengahan Agustus 2025, manajemen Sriwijaya FC bakal melaunching The Dream Team.
Sementara para calon pemain yang sudah sepakat bergabung dengan Sriwijaya FC musim depan dijadwalkan bakal kumpul di Palembang pada bulan Juli 2025 nanti.
"Kalau untuk rencana bulan Juli mungkin para pemain yang sudah terdata di kita akan kumpul di Palembang," ungkap Asisten Direktur Kompetisi (Asdirkom) III PT SOM Mohammad David
Kepala Pembina Tim Sriwijaya FC ini mengaku adapun para pemain yang telah deal akan bergabung dengan Elang Andalas terdapat 20-an orang.
"Yang terdata ada 20-an pemain," kata Mohammad David yang musim lalu menjabat Asisten Manajer Tim Sriwijaya FC.
📰Sripoku