13/08/2026
Spanduk satir membentang di atas Sungai Code. Spanduk sepanjang 30 meter ini pun viral. Tanpa nama, tanpa klaim pengirim, tapi pesan kritiknya telak menghantam.
Terpasang persis di Jembatan Bendung Surokarsan (jalur pintas Surokarsan - Prawirodirjan, Mergangsan), spanduk raksasa ini sukses bikin setiap warga dan pengendara yang lewat mendadak menoleh dan termenung.
Informasinya, spanduk ini sudah nangkring kokoh selama lebih dari 3 minggu! Nggak ada yang tahu pasti siapa sosok di balik aksi "gerilya visual" ini. Bahkan Pak Tejo, pedagang angkringan setempat, mengaku spanduk itu sudah bertengger di sana sejak awal dia berjualan di bulan Juli.
"Bagus ini. Ya memang seperti itu yang dirasakan," ujar Pak Tejo saat ditanya soal tulisan di spanduk tersebut.
Hal senada disampaikan Yudi, salah satu pemotor yang saban hari lewat jembatan ini: "Kalimatnya to the point. Langsung mengena kalau dibaca. Memang begitu sekarang kelihatannya."
Kritik singkat, padat, tapi terasa begitu dekat dengan realita yang dirasakan warga sehari-hari. Sebuah bentuk penyampaian aspirasi gaya warga Jogja yang tenang, tapi suaranya bergaung keras.
Sumber: Diolah dari Tribun
🤔 Bagaimana pandanganmu lur soal aksi sentilan satir lewat spanduk kayak gini? Apakah mewakili apa yang kamu rasakan juga saat ini?