ELITE MMA SHOP

ELITE MMA SHOP

Share

INDONESIA'S BIGGEST MMA AND FITNESS RETAILER. FAIRTEX, GENETIX, METRON, GRIPS, MCDAVID, SHOCKDOCTOR Kami adalah pusatnya.

SELAMAT DATANG DI ELITE MMA SHOP

Mau cari alat latihan Mixed Martial Art, Muay Thai, Boxing dan Brazilian Jiujitsu? Kami juga distributor peralatan fitnes dengan merek Genetix dan Metron. Kalau ada pertanyaannya silahkan langsung chat CS di 085711849020

Photos from ELITE MMA SHOP's post 13/07/2026

GENETIX GNTX Garuda Muay Thai Shorts

Bawa jiwa petarung dan kebanggaan Tanah Air ke atas ring. Celana ini tidak hanya mewakili semangat tangguh Garuda, tetapi juga dirancang khusus untuk performa dan kebebasan bergerak tanpa batas.

Dibuat menggunakan material satin premium yang ringan, kuat, dan lembut, celana ini menjamin kenyamanan mutlak dari ronde pertama hingga akhir. Dilengkapi tali pinggang elastis serta desain autentik yang khas, memastikan Anda berlatih dan berkompetisi dengan tangguh dan penuh gaya.

Kenyamanan maksimal. Kebanggaan sejati.

Photos from ELITE MMA SHOP's post 10/07/2026

Banyak orang berpikir bahwa Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ) di MMA sama saja dengan yang ada di kompetisi grappling seperti IBJJF atau ADCC. Padahal kenyataannya, jiu-jitsu di MMA adalah versi yang sangat berbeda dari BJJ sport. Tekniknya mirip, tapi strategi, tujuan, dan risikonya benar-benar tidak sama. Berikut alasan kenapa jiu-jitsu di MMA terasa sangat berbeda dibandingkan di kompetisi BJJ.

1. Ada Pukulan dan Siku
Perbedaan paling besar tentu saja karena di MMA ada striking.
Fighter tidak hanya memikirkan submission, tapi juga harus menghindari:
- Ground and pound
- Siku dari atas
- Pukulan saat scramble
Itulah sebabnya posisi yang di BJJ terlihat aman bisa menjadi sangat berbahaya di MMA.

Contoh:
Guard terbuka di BJJ bisa dipakai untuk menyerang
Di MMA, posisi itu bisa membuat kepala dihujani pukulan

Karena itu banyak fighter lebih memilih:
- Half guard yang ketat
- Closed guard yang defensif
- Atau langsung berdiri kembali

2. Posisi Lebih Penting daripada Submission
Di kompetisi BJJ, atlet sering mengejar submission bahkan dari posisi yang kurang dominan.
Di MMA, logikanya berbeda.

Fighter biasanya lebih fokus pada:
- Top control
- Pressure
- Ground and pound
- Submission sering datang setelah lawan sudah lelah atau panik karena pukulan.

Ini sebabnya posisi seperti:
- Mount
- Back control
- Half guard top
- Sangat bernilai tinggi di MMA.

3. Guard Tidak Selalu Menguntungkan
Di BJJ sport, guard adalah posisi yang sangat ofensif.
Banyak atlet elit justru menarik guard dengan sengaja.

Di MMA, menarik guard hampir tidak pernah dilakukan karena:
- Lawan bisa memukul dari atas
- Sulit mengontrol jarak
- Juri lebih menghargai top control
Itulah kenapa banyak fighter MMA berusaha secepat mungkin bangkit dari posisi bawah.

08/07/2026

Jangan latihan muaythai atau boxing dengan personal trainer di gym besar. Ini alasannya.
Mayoritas fitness trainer di mega gym jual paket boxing sebagai add-on. Tapi jujur mereka bukan fighter. Mereka belajar dari sertifikasi, bukan dari ring.
Pertama tekniknya sering salah. Guard, footwork, hip rotation detail kecil yang krusial justru sering kelewat. Kalau dasar sudah salah, susah dibenerin belakangan.
Kedua risiko cedera lebih tinggi. Muay Thai dan boxing punya mekanik tubuh yang sangat spesifik. Trainer yang nggak punya jam terbang di ring nggak tahu mana yang berbahaya dan mana yang aman.
Ketiga kalian nggak belajar bela diri yang sesungguhnya. Yang kalian dapat cuma kardio berbentuk tinju. Beda jauh sama ilmu yang sebenarnya.
Solusinya simpel cari Muay Thai camp atau boxing gym yang proper. Pelatihnya ex-fighter atau minimal punya background kompetitif. Di sana kalian belajar teknik yang benar, sparring yang terstruktur, dan disiplin yang nggak bisa dibeli dari paket gym manapun.

Waktu dan uang kalian terlalu berharga buat dibuang ke tempat yang salah.
Pernah punya pengalaman dilatih trainer yang nggak qualified? Share di komentar penasaran kalian pernah ngalamin yang sama.

Photos from ELITE MMA SHOP's post 06/07/2026

Latihan MMA lebih maksimal dengan GENETIX COMBAT GNTX Sparring MMA Gloves MG5. Dibuat dari material berkualitas, memberikan perlindungan optimal, nyaman dipakai, dan tetap mendukung teknik grappling di setiap sesi latihan.

Photos from ELITE MMA SHOP's post 03/07/2026

Banyak orang bangga bisa latihan 2 jam tiap hari…
tapi tidur cuma 4–5 jam.

Kelihatannya “niat”, tapi sebenarnya itu ngehambat progres sendiri.
Faktanya:
- Otot tidak tumbuh saat latihan
- Otot tumbuh saat kamu tidur

Recovery Terjadi Saat Tidur, Bukan Saat Latihan.
Latihan itu sebenarnya “merusak” otot (micro tear).
Yang bikin otot lebih besar & kuat adalah proses perbaikan.
Dan proses itu terjadi saat:
- tidur nyenyak
- Tubuh masuk fase deep sleep

Kalau kurang tidur?
- Recovery nggak maksimal
- Otot susah berkembang

Hormon Penting Keluar Saat Tidur.
Saat tidur, tubuh produksi hormon penting seperti:

- Growth Hormone (GH) → bantu bangun otot
- Testosterone → strength & performa

Kurang tidur = hormon turun drastis
Efeknya:

- Susah naik massa otot
- Lemak lebih gampang naik
- Recovery makin lama
- Kurang Tidur = Performa Hancur

01/07/2026

Fighter tua kalah sama yang muda bukan karena pengalaman kurang justru sebaliknya. Ini alasan ilmiahnya.
1. testosteron turun. Di atas usia 30, level testosteron mulai drop. Agresivitas berkurang, power output menurun, recovery lebih lama. Itu bukan soal mental itu biologis.

2. akumulasi cedera. Setiap fighter tua punya sejarah panjang lutut, bahu, tangan. Cedera lama nggak pernah 100% sembuh. Dan itu bikin mereka training lebih hati-hati, nggak bisa all-out.

3. mudah dibaca. Puluhan rekaman tanding tersedia. Pelatih muda bisa pelajari pola, kelemahan, dan kebiasaan fighter senior jauh sebelum naik ring. Fighter tua sudah terlalu predictable.

4. beban di luar ring. Keluarga, bisnis, tanggung jawab. Fighter muda fokus 100% ke pertandingan. Fighter tua? Pikirannya terbagi.

Jadi bukan soal siapa yang lebih keras latihannya — tapi siapa yang bisa manage semua faktor ini lebih baik.
Kalian setuju? Atau ada faktor lain yang kalian pikir lebih penting? Tulis di kolom komentar.

Photos from ELITE MMA SHOP's post 29/06/2026

GNTX GOLDEN MUAY THAI SHORTS

Tampil maksimal saat latihan maupun bertanding dengan GNTX GOLDEN MUAY THAI SHORTS. Dibuat dari material satin yang ringan, lembut, dan tahan lama, serta dilengkapi pinggang elastis dan tali drawstring untuk kenyamanan dan kebebasan bergerak.

Desain khas Muay Thai Thailand dengan pilihan warna Black, Blue, dan White. Cocok untuk Muay Thai, Boxing, dan berbagai latihan combat.





Photos from ELITE MMA SHOP's post 26/06/2026

Dalam olahraga combat seperti MMA, boxing, dan wrestling, praktik cutting weight sudah menjadi hal yang sangat umum. Banyak fighter menurunkan berat badan secara drastis beberapa hari sebelum timbang badan agar bisa bertarung di kelas berat yang lebih ringan.
Namun pertanyaannya adalah: apakah cutting weight itu normal atau justru berbahaya?

Apa Itu Cutting Weight?
Cutting weight adalah proses menurunkan berat badan dengan cepat sebelum weigh-in (timbang badan). Biasanya fighter mengurangi berat badan melalui:
- Dehidrasi (mengurangi air tubuh)
- Sauna atau hot bath
- Mengurangi karbohidrat dan garam
- Latihan intensitas tinggi
- Pembatasan makan sementara
Setelah berhasil lolos timbang badan, fighter biasanya re-hydrate dan makan kembali untuk mengembalikan berat tubuh sebelum pertandingan.

Kenapa Fighter Melakukan Cutting Weight?
Alasan utama cutting weight adalah keuntungan fisik saat fight.
Jika seorang fighter biasanya memiliki berat 80 kg tetapi bertarung di kelas 77 kg, setelah rehidrasi ia bisa kembali ke 83–85 kg saat fight night.
Artinya ia bertarung melawan lawan yang secara natural lebih kecil.

Keuntungan yang didapat
- Kekuatan lebih besar
- Grappling lebih kuat
- Kontrol fisik lebih baik
- Power pukulan lebih berat
Karena itu hampir semua fighter profesional melakukan weight cut dalam level tertentu.

Risiko Cutting Weight yang Terlalu Ekstrem
Masalah muncul ketika weight cut dilakukan secara berlebihan. Dehidrasi ekstrem bisa sangat berbahaya bagi tubuh.

Beberapa risiko yang sering terjadi:
1. Penurunan fungsi otak
Dehidrasi berat dapat mempengaruhi kemampuan otak dan meningkatkan risiko concussion.
2. Penurunan performa
Ironisnya, weight cut ekstrem justru bisa membuat fighter lebih lemah saat fight.
3. Kerusakan organ
Ginjal dan sistem kardiovaskular bisa terganggu jika dehidrasi terlalu parah.
4. Risiko kematian
Beberapa kasus tragis pernah terjadi di olahraga combat karena weight cutting ekstrem.

Salah satu kasus paling terkenal adalah kematian Yang Jian Bing pada 2015 saat mencoba menurunkan berat badan sebelum pertandingan di ONE Championship.

24/06/2026

GNTX SPARRING MMA GLOVES MG5

Perlindungan saat sparring tanpa mengurangi kebebasan bergerak.

Dengan padding tebal, support pergelangan tangan yang kuat, dan konstruksi yang tahan lama, MG5 siap menemani setiap ronde latihan Anda.

Built for performance. Designed for durability.

Photos from ELITE MMA SHOP's post 22/06/2026

GENETIX GNTX HEAD GEAR GHG2

Fokus pada latihan, bukan pada risiko cedera.

Dengan desain ergonomis, padding berlapis, dan sistem pengaturan yang presisi, GHG2 memberikan perlindungan dan kenyamanan yang Anda butuhkan untuk setiap sesi sparring.

Protection. Comfort. Confidence.

Want your business to be the top-listed Gym/sports Facility in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Address


Pantai Indah Kapuk
Jakarta
14460

Opening Hours

Monday 09:00 - 21:00
Tuesday 09:00 - 21:00
Wednesday 09:00 - 21:00
Thursday 09:00 - 21:00
Friday 09:00 - 21:00
Saturday 09:00 - 18:00
Sunday 09:00 - 16:00