π― **Pelanggan yang Anda cari sebenarnya sudah ada. Tapi apakah Anda sedang berada di tempat mereka?**
Setelah mengetahui siapa target market Anda, pertanyaan berikutnya adalah:
π **Di mana mereka biasanya berkumpul?**
Karena promosi sebagus apa pun akan sia-sia kalau disampaikan di tempat yang salah.
Misalnya:
π©βπ³ Target Anda ibu rumah tangga yang mencari resep praktis? Mereka mungkin lebih aktif di grup WhatsApp, Facebook, atau komunitas keluarga.
πΌ Target Anda anak muda pencari kerja? Fokus bisa diarahkan ke platform yang memang sering mereka gunakan untuk mencari informasi dan peluang kerja.
π Anda tidak harus hadir di semua platform.
Lebih baik pilih **1β2 tempat yang paling banyak digunakan target market Anda**, lalu fokus membangun kehadiran di sana.
π₯ **Lebih baik menang di satu tempat yang tepat daripada setengah-setengah di 10 tempat yang salah.**
Jadi, sebelum menambah budget promosi, coba tanyakan:
**"Pelanggan saya sebenarnya paling sering mencari informasi di mana?"**
π¬ Target market Anda paling sering berkumpul di platform apa?
Tulis di komentar. π
Asb Indonesia
ASB Indonesia. Pelatihan SDM dan motivasi bisnis | Konsultan di Indonesia semenjak tahun 1998. Telah membenahi ribuan perusahaan untuk bertumbuh PT.
Andalas Solusi Bisnis lebih dikenal ASB Indonesia adalah penyedia training motivasi karyawan Jakarta, jasa motivator perusahaan Jakarta, dan pelatihan leadership yang membantu tim Anda lebih produktif, solid, dan berprestasi. Dipimpin oleh Dedi Vitra Johor, motivator bisnis dan business coach berpengalaman lebih dari 20 tahun, ASB Indonesia telah dipercaya berbagai perusahaan untuk program trainin
π¨ **Klien saya hampir menyerah karena merasa produknya kurang bagus.**
Ternyata masalahnya bukan di produknya.
Produknya sudah berkualitas, packaging rapi, harga wajar. Tapi penjualan tetap jalan di tempat berbulan-bulan.
Sampai akhirnya kami mencoba satu hal:
π― **Berhenti menjual ke semua orang.**
Promosi difokuskan hanya kepada satu profil pelanggan yang paling cocok dengan produk tersebut.
Hasilnya?
Dalam dua minggu, dengan budget promosi yang sama, penjualannya berubah jauh lebih baik.
Bukan karena produknya diganti.
**Tetapi karena akhirnya produk tersebut ditawarkan kepada orang yang memang membutuhkannya.**
π Jadi sebelum buru-buru:
β Ganti produk
β Ganti kemasan
β Turunkan harga
β Tambah budget iklan
Coba cek dulu:
π **Apakah Anda sudah menawarkan produk kepada orang yang tepat?**
Karena produk sebagus apa pun akan sulit terjual jika ditawarkan kepada orang yang tidak membutuhkannya.
π₯ **Jangan buru-buru menyalahkan produk. Bisa jadi Anda hanya belum menemukan orang yang tepat.**
π¬ Pernah mengalami produk bagus tapi penjualan tetap sepi? Ceritakan di komentar.
π― **Pasar besar belum tentu lebih mudah menghasilkan.**
Banyak pebisnis tergoda mengejar pasar yang luas karena terlihat punya peluang besar.
Padahal, semakin luas pasar yang Anda kejar, semakin sulit menentukan:
β Siapa yang benar-benar membutuhkan produk Anda
β Masalah apa yang ingin mereka selesaikan
β Pesan apa yang paling tepat untuk mereka
Bayangkan dua orang sedang memancing. π£
Yang pertama memancing di laut lepas, melempar kail ke mana saja.
Yang kedua memancing di kolam kecil yang penuh ikan sejenis dan sudah tahu umpan yang mereka s**ai.
Siapa yang lebih cepat mendapatkan hasil?
Bukan yang memancing di tempat paling luas.
Tetapi yang **paling tahu di mana ikannya berkumpul dan umpan apa yang tepat.**
Begitu juga dalam bisnis.
π **Pasar yang lebih kecil tetapi tepat sasaran sering kali jauh lebih mudah menghasilkan daripada pasar besar yang terlalu luas.**
Jadi, jangan hanya bertanya:
*"Seberapa besar pasar saya?"*
Tanyakan juga:
π **"Seberapa tepat target pasar saya?"**
π₯ Fokus bukan berarti membatasi peluang. Fokus berarti mengarahkan energi ke pelanggan yang paling mungkin membutuhkan dan membeli produk Anda.
π¬ Menurut Anda, lebih baik mengejar **pasar besar** atau **pasar yang lebih spesifik tetapi tepat sasaran?**
Tulis pendapat Anda di kolom komentar. π
π― Masih bingung siapa target market bisnis Anda?
Jangan buru-buru keluar uang untuk riset yang mahal.
Jawabannya mungkin sudah ada di pelanggan Anda sendiri. π‘
Coba hubungi **10 pelanggan terbaik** Anda, lalu tanyakan 3 pertanyaan sederhana:
1οΈβ£ Masalah apa yang membuat mereka mencari produk Anda?
2οΈβ£ Kenapa mereka memilih Anda dibanding kompetitor?
3οΈβ£ Di mana mereka mencari informasi sebelum membeli?
Dari jawaban mereka, Anda akan menemukan pola tentang siapa pelanggan ideal Anda, apa yang mereka butuhkan, dan bagaimana cara menjangkau mereka.
π Target market terbaik bukan hasil tebakan, tetapi hasil mendengarkan pelanggan.
π¬ Pernahkah Anda bertanya langsung kepada pelanggan mengapa mereka memilih bisnis Anda? Ceritakan di kolom komentar!
01/08/2026
30/07/2026
Calon pembeli bilang "mahal" atau "saya pikir-pikir dulu" β itu bukan penolakan. Itu tanda mereka belum yakin.
Masalahnya, kebanyakan sales dengar kata itu terus mundur, atau malah maksa jawab "nggak kok, ini worth it!" Dua-duanya bikin closing makin jauh.
Ada 6 jenis keberatan yang selalu berulang β dan jawabannya bukan bantahan, tapi pemahaman. Contoh sederhana: daripada membantah, tanya balik "bagian mana yang masih Kakak pertimbangkan β harga, waktu, atau hasilnya?" Itu membuka percakapan, bukan menutupnya.
Sistem yang sama ini yang bikin closing naik dari 2 unit per 3 bulan jadi 8β10 unit per bulan β bukan karena produk atau harga diubah, tapi cara meresponsnya.
Kalau tim Anda masih sering baper atau mundur duluan begitu dengar keberatan, coba baca Bukan Nggak Mau Tapi Belum Yakin. 6 jenis keberatan + kerangka DAKJ + Kartu Referensi Cepat, dari 20 tahun pelaku usaha, bukan teori.
π Link di bio: lynk.id/dvjohor
π¨ Produk bagus belum tentu laku.
Kalau penjualan masih sepi, jangan buru-buru menyalahkan produk Anda.
Bisa jadi masalahnya bukan pada kualitas produk, tetapi pada orang yang Anda tawari.
Bayangkan Anda menjual kulkas terbaik di dunia kepada orang yang tidak membutuhkannya. Tetap tidak akan laku, bukan?
Begitu juga dengan bisnis. Produk yang tepat di pasar yang salah akan sulit bertumbuh.
π Sebelum mengubah produk, tanyakan tiga hal ini:
* Apakah target market saya sudah tepat?
* Apakah produk saya menjawab kebutuhan mereka?
* Apakah saya menawarkan kepada orang yang memang membutuhkan?
> **Produk yang hebat pun bisa gagal di pasar yang salah.**
π¬ Menurut Anda, apakah tantangan terbesar bisnis saat ini ada di produk atau target market?
π― "Semua orang adalah target market saya."
Kalau Anda masih berpikir seperti ini, bisa jadi itulah yang membuat bisnis Anda sulit bertumbuh. π€
Banyak pebisnis takut menentukan target market yang spesifik.
Karena mereka berpikir:
> "Kalau targetnya dipersempit, bukankah pembelinya jadi lebih sedikit?"
Padahal yang sering terjadi justru sebaliknya.
π Ketika Anda mencoba menjual kepada semua orang, pesan yang Anda sampaikan menjadi tidak jelas.
Bayangkan ada sebuah warung makan yang menjual:
π Nasi Padang
π Ramen
π Pizza
π’ Sate
π£ Sushi
Semuanya ada dalam satu tempat.
Apa yang pertama kali terlintas di pikiran Anda?
Kemungkinan besar bukan "wah lengkap sekali", tetapi...
> "Yang paling enak yang mana, ya?"
Bahkan tidak sedikit yang justru menjadi ragu dengan kualitasnya.
Sekarang bandingkan dengan sebuah tempat makan yang hanya menjual sate ayam, tetapi terkenal karena rasanya yang luar biasa.
Orang datang justru karena satu hal tersebut.
Karena fokus akan membangun persepsi bahwa Anda adalah ahlinya. π₯
Hal yang sama berlaku dalam bisnis.
Semakin Anda mencoba menjual kepada semua orang:
* semakin kabur positioning bisnis Anda,
* semakin sulit pelanggan memahami keunggulan Anda,
* dan semakin sulit membangun kepercayaan di pasar.
Sebaliknya, ketika Anda fokus pada siapa yang ingin Anda bantu dan masalah apa yang ingin Anda selesaikan, pelanggan akan lebih mudah mengingat dan mempercayai bisnis Anda.
> **"Kalau produk Anda ditawarkan untuk semua orang, bisa jadi produk itu sebenarnya tidak untuk siapa-siapa."**
π¬ Coba tulis di kolom komentar...
Siapa target market utama bisnis Anda saat ini?
28/07/2026
Sales udah gencar nawarin, tapi yang closing cuma yang udah kenal Anda dari awal?
Ini bukan soal produknya kurang bagus atau harganya kemahalan. Ini soal caranya β jual dulu baru urus belakangan, atau paham dulu baru tawarkan.
Ada studi kasus nyata di slide 6: dari 2 unit terjual per 3 bulan, jadi 8β10 unit per bulan. Bukan karena sales-nya diganti. Sistem pendekatannya yang diubah.
Kalau closing di bisnis Anda masih bocor entah di lead, follow-up, atau meja closing β coba baca dulu Jual Tanpa Dijual. 5 prinsip closing + naskah siap pakai + worksheet, dari 20 tahun pelaku usaha, bukan teori.
π Link di bio atau langsung ke: lynk.id/dvjohor/o1o6rjvk46dd
Salam Dahsyat!
π± Sudah follow-up 5 kali, tapi calon pelanggan tetap tidak membalas?
Mungkin masalahnya bukan karena mereka tidak tertarik. Bisa jadi waktunya yang kurang tepat. π€
Banyak pebisnis melakukan follow-up seperti ini:
> "Sudah dipelajari, Pak?"
>
> "Bagaimana, Pak?"
>
> "Sudah ada keputusan?"
Berulang-ulang tanpa memberikan nilai tambah apa pun.
Akibatnya, follow-up terasa seperti tekanan, bukan bantuan. β οΈ
π Ingat, follow-up yang baik bukan sekadar mengingatkan. Follow-up adalah membangun kepercayaan.
Coba gunakan pola sederhana berikut:
1οΈβ£ **Follow-up pertama (H+2)**
Sekadar mengingatkan dengan nada yang santai dan tidak memaksa.
2οΈβ£ **Follow-up kedua (H+7)**
Jangan hanya bertanya "bagaimana?". Berikan sesuatu yang baru, seperti insights, studi kasus, tips, atau manfaat yang relevan dengan kebutuhan calon pelanggan Anda.
3οΈβ£ **Follow-up ketiga (H+17)**
Saatnya meminta kejelasan keputusan dengan sopan. Berikan juga ruang bagi calon pelanggan untuk mengatakan "belum saatnya", sehingga percakapan dapat ditutup dengan baik jika memang belum cocok.
π₯ Banyak penjualan terjadi bukan karena follow-up yang paling sering, tetapi karena follow-up yang paling tepat.
Karena pelanggan tidak s**a dikejar.
Mereka s**a dibantu untuk mengambil keputusan dengan nyaman.
> "Follow-up yang baik bukan membuat pelanggan merasa ditagih, tetapi membuat mereka merasa diperhatikan."
π¬ Coba tulis di komentar...
Berapa kali biasanya Anda melakukan follow-up sebelum menyerah?
π Seminar Bisnis Padang β 18 Juli
Belajar strategi komunikasi, teknik follow-up yang efektif, dan cara membangun kepercayaan agar closing lebih maksimal.
π Info & pendaftaran:
Anggun β 0811 6615 551
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the business
Telephone
Website
Address
Opening Hours
| Monday | 08:00 - 16:30 |
| Tuesday | 08:00 - 16:30 |
| Wednesday | 08:00 - 16:30 |
| Thursday | 08:00 - 16:30 |
| Friday | 08:00 - 16:30 |
| Saturday | 08:00 - 14:00 |